Friday, January 15, 2016

A Tribute to Chairil Anwar (Si Binatang jalang)

Alur Sang Penyair
Tira Suminar

Kau si binatang jalang
Mengikis dan merobohkan
Kokohnya dinding perbatasan
Meraung dengan untaian perjuangan
Terbebas dengan beribu do’a

Kau si binatang jalang
Yang melantunkan puji-pujian kebebasan
Membuka gerbang jeritan insan
yang tak mampu untuk bersua
Dalam syair dan bait
dalam kerinduannya untuk merdeka!

Kau si binatang jalang
Tak bergantung pada nasib yang terkekang
Untuk waktu yang telah berdamai
Mengantarkan harumnya mimpi yang melambai,
yang belum sempat kau cium
dalam dimensi masa silam


Bandung, 11 Januari 2016

Puisi Bertemakan Rasa Cinta Pada Orang Tua

Lebih dari 1000 kali
Tira Suminar

1000 kali do’a dan restu
1000 kali maaf yang terucap
1000 kali cinta dan kasih sayang
1000 kali ketulusan
1000 kali keikhlasan
1000 kali kekuatan
Semuanya akan terasa kurang
Semuanya akan terasa tak berarti
Dibandingkan luasnya hamparan kasih sayang orang tua
yang tak pernah ternilai hanya dengan hitungan 1000

Hati ini adalah cerminanmu ibu
Pikiran ini adalah jalanmu ayah
Hati yang penuh kasih dan rasa
Menyatu, saling bahu-membahu
Dengan pikiran yang kuat dan tulus
untuk mampu menjaga buah kasihnya

Terimakasih ibu
Terimakasih ayah
Kehidupan ini tak akan pernah ada bagiku
Kalian yang membuatnya nyata
Dan baktiku akan ku ukir
Ku bingkai dengan prestasi
agar tercipta senyum bangga atas kasihmu

Tidak cukuplah hanya 1000 kali senyuman
Jika saat ini hanya 1000 nafas terakhir
yang tersisa untukku
Itupun tak akan pernah cukup membalas
Tuhan..
Semoga engkau mendengar hamba-Mu ini
Bahagiakanlah mereka, Lindungi mereka
Jika pada saat ini aku belum bisa mengukir senyuman itu


Bandung, 12 Januari 2016